ILMU BUDAYA DASAR - MANUSIA DAN KEINDAHAN

Jumat, 29 Juni 2012 0 komentar
MANUSIA DAN KEINDAHAN












Keindahan
Kata keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya. Keidahan identik dengan kebenaran. Keindahan kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Yang tidak mengandung kebenaran berarti tidak indah. Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu dan tempat, kedaerahan, selera mode, kedaerahan atau lokal.

Apakah keindahan Itu ?
Sebenarnya sulit bagi kita untuk menyatakan apakah keindahan itu. Keindahan itu suatu konsep abstrak yang tidak dapat dinikmati karena tidak jelas. Keindahan itu baru jelas jika telah dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud atau suatu karya. Dengan kata lain keindahan itu baru dapat dinikmati jika dihubungkan dengan suatu bentuk. Dengan bentuk itu keindahan berkomunikasi
Menurut cakupannya orang harus membedakan keindahan sebagai suatu kualita abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah. Untuk pembedaan itu dalam bahasa Inggris sering dipergunakan istilah “beuty” (keindahan) dan “the beautiful” (benda atau hal indah). Dalam pembatasan filsafat, kedua pengertian ini kadang-kaang dicampuradukkan saja. Disamping itu terdapat pula perbedaan menurut luasnya pengertian; yakni
a.    keindahan dalam arti luas
b.    keindahan dalam arti estetis murni
c.    keindahan dalam arti terbatas dalam pengertiannya dengan penglihatan
Keindahan alam arti luas merupakan pengertian semula dari bangsa Yunani dulu yang didalamnya tercakup pula kebaikan. Plato misalnya menyebut tentang watak yang indah dan hukum yang indah, sedang Aristoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang selain baik juga menyenangkan. Plotinus menulis tentang ilmu yang indah, kebajikan yang indah. Orang Yunani dulu berbicara juga tentang buah pikiran yang indah dan adapt kebiasaan yang indah. Tapi bangsa Yunani juga mengenal keindahan dalam arti estetis yang disebutnya “symetria” untuk keindahan berdasarkan penglihatan dan harmonia untuk keindahan berdasarkan pendengaran. Jadi pengertian keindahan seluas-luasnya meliputi : keindahan seni, keindahan alam, keindahan moral dan keindahan intelektual.
Keindahan dalam arti estetik murni menyangkut pengalaman estetis dari seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang dicerapnya. Sedang keindahan dalam arti terbatas lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut benda-benda yang dicerapnya dengan penglihatan, yakni berupa keindahan dari bentuk dan warna.

Nilai estetik.
Dalam rangka teori umum tentang nilai The Liang gie menjelaskan bahwa pengertian keindahan dianggap sebagai salah satu jenis nilai sepertihalnya nilai moral, nilai ekonomik, nilai pendidikan dan sebagainya. Nilai yang berhubungan dengan segaa sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik. Nilai adalah suatu relaitas psikologis yang harus dibedakan secara tegas dari kegunaan, karena terdapat dalam jiwa manusia dan bukan pada bendanya itu sendiri. Nilai itu oleh orang dipercaya terdapa pada sesuatu benda sampai terbukti ketakbenarannya.
            Tentang nilai ada yang membedakan antara nilai subyektif dan nilai obyektif. Atau ada yang membedakan nilai perseorangan dan nilai kemasyarakatan. Tetapi penggolongan yang penting adalah nilai instrinsik dan nilai ekstrinsik. Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya ( instrumental/contributory) yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu. Nilai instrinsik adalah sifat baik  dari benda yang bersangkutan, atu sebagai sesuatu tujuan, atau demi kepentingan benda itu sendiri. Sebagai contoh :
            Puisi. Bentuk puisi yang terdiri dari bahasa, diksi baris, sajak, irama, itu disebut nilai ekstrinsik, sedangkan pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca melalui (alat benda ) puisi itu disebut nilai instrinsik. Tarian damarwulan Minakjonggo merupakan nilai ekstrinsik, sedang pesan yang ingin disampaikan oleh tarian itu ialah kebaikan melawan kejahatan merupakan nilai instrinsik.


Menakar Arti Sebuah Nilai Keindahan       

Kehidupan yang indah untuk sebagian besar dunia, sering didefinisikan oleh kekayaan pribadi atau setidaknya, kemudahan hidup.Kehidupan indah bukan penghakiman, marah, takut, balas dendam, bangga, khawatir, nafsu, ketidakpercayaan, kesibukan, memperoleh kekuasaan, atau melindungi kekuasaan. Kehidupan yang indah tidak membandingkan diri dengan orang lain, tidak bersaing untuk sanjungan orang lain, dan tidak menyimpan agenda tersembunyi dan dendam jangka panjang.

Tampak bahwa kehidupan yang indah haruslah menyertakan banyak tawa. Bukan tawa penuh dengan kemarahan sarkasme, tapi tawa yang diisi dengan sesuatu yang benar-benar lucu atau menyentuh. Orang yang hidup dengan kehidupan indah melihat humor dalam banyak hal, termasuk kenikmatan menertawakan diri mereka sendiri. Ya, kehidupan yang indah harus menyertakan tawa. Terlihat bahwa kehidupan yang indah haruslah juga mencakup tangisan. Air mata datang dengan mudahnya dalam kehidupan yang indah. Sebuah kehidupan yang indah tersentuh secara mendalam ketika ada manusia terluka, kata lembut, atau pelukan hangat.

Sebuah kehidupan yang indah juga harus mencakup sukacita dan kebahagiaan. Bukan jenis kebahagiaan yang membawa kesenangan sementara, tetapi yang nyata dan abadi. Sebagaimana CS Lewis menulis, “Allah tidak dapat memberi kita kebahagiaan dan damai terpisah dari diri-Nya, karena itu tidak ada. Tidak ada yang seperti itu”. Oleh karena itu., Kehidupan yang indah harus mencakup pelatihan jiwa dengan pelajaran pertama untuk belajar bahwa kita tidaklah memiliki jiwa, tetapi kitalah jiwa tersebut!

Sebuah kehidupan yang indah juga harus mencakup belajar dan menghubungkan. Belajar tentang hidup, orang, dan fakta melalui buku dan pengalaman adalah kehidupan yang indah. Sebuah kehidupan yang indah harus menyadari bahwa kita semua terhubung, mengetahui bahwa kita tidak boleh menyakiti atau mengeksploitasi pihak lain karena kita akan hanya merugikan dan mengeksploitasi diri kita sendiri.

Sebuah kehidupan yang indah adalah mencintai dan dicintai. Sebuah kehidupan yang indah membutuhkan masyarakat, terutama yang kecil yang tidak hanya tahu nama kita, tetapi menyandang nama kita. Sebuah kehidupan yang indah diisi dengan kekaguman dan permainan. Seseorang yang memiliki kehidupan indah mencintai karyanya, karena itu adalah suatu panggilan dan gairah. Sebuah kehidupan yang indah harus menikmati moderasi dan batas. Sebuah kehidupan yang indah penuh dengan nilai-nilai klasik dari iman, harapan, dan cinta.


Sumber :

1.    1. Modul Ilmu Budaya Dasar Universitas Gunadarma

0 komentar:

Poskan Komentar

 

©Copyright 2011 Lutfi's Creativity - DESIGN | TNB