James Derulo's

Portfolio
MANUSIA DAN CINTA KASIH



NAMA        : AHMAD LUTFIANTO
NPM         : 50411435
KELAS       : 1IA03
MATA KULIAH : ILMU BUDAYA DASAR

Pengertian Cinta Kasih













Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya WJS Poerwadarminta. Cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayagn (kepada). Ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya sedangkan kata kasih artinya perasaan saying atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian arti cinta dan kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta. Karena itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (saying) kepada seseorang yang disertai menaruh belas kasihan.
          Pengertian tentang cinta dikemukakan oleh Dr. Sarlito.W.Sarwono. dikatakan bahwa cinta memiliki 3 unsur yaitu keterikatan, keintiman, dan kemesraan.. Yang dimaksud dengan keterikatan adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan dia. Keintiman yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan  dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi. Panggilan-panggilan formal seperti bapak, ibu, saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan saying. Kemesraan yaitu adanya rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kangen kalau jauh atau lama tidak bertemu, adanya ucapan-ucapan yang mengungkapkan rasa sayang.
          Didalam kitab suci Al Quran ditemui adanya fenomena cinta yang bersembunyi dalam jiwa manusia. Cinta memiliki 3 tingkatan yaitu tinggi, menengah dan rendah. Cinta tingkat tinggi adalah cinta kepada Allah, rasulallah dan berjihad dijalan Allah. Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, istri/suami dan kerabat. Cinta tingkat rendah aanya cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga, kerabat, harta dan tempat tinggal.

Kasih Sayang











Kasih sayang  adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang. Dalam kehidupan berumah tangga kasih sayang merupakan kunci kebahagiaan. Kasih sayang ini merupakan pertumbuhan dari cinta. Dalam kasih sayang sadar atau tidak sadar  dari masing-masing pihak dituntut tanggungjawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka, sehingga keduanya merupakan  kesatuan yang bulat dan utuh. Bila salah satu unsur kasih sayang hilang, misalnya unsur tanggungjawab, maka retaklah keutuhan rumah tangga itu.

 Kemesraan












Kemesraan berasal dari kata dasar mesra, yang artinya perasaan simpati yang akrab. Kemesraan ialah hubungan yagn akrab baik antara pria dan wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan pada dasarnya merupakan perwujudan kasih saying yang mendalam.

 Pemujaan











Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual.

 Belas Kasihan










Dalam surat Yohanes dijelaskan ada 3 macam cinta. Cinta Agape ialah cinta manusia kepada Tuhan. Cinta Philia ialah cinta kepada ibu bapak (orang tua) dan saudara. Dan ketiga cinta erros atau amor ini ialah cinta antara pria dan wanita. Beda antara cinta amor dan eros  ini adalah citna eros cinta karena kodrati sebagi laki-lakai dan perempuan, sedangkan cinta amor karena unsure-unsur yang sulit dinalar, misalnya gadis normal yang cantik mencintai dan mau menikahi seorang pemuda yang kerdil. Cinta terhdap sesame merupakan perpaduan cinta agape dan cinta philia. Cinta sesame ini diberikan istilah belas kasihan untuk membedakan  antara cinta kepada orang tua, pria-wanita, cinta kepada Tuhan. Dalam cinta kepada sesame ini diberi istilah belas kasihan, karena cinta disini buka karena cakapnya, kayanya, cantiknya, melainkan karena penderitaannya.


Menurut ibnu al-arabi
Mari kita simak pendapat Ibnu al-arabi (tokoh filosofo islam) mengenai rasa cinta. Ibnu al-araby membagi cinta pada 3 tingkatan, yaitu:

1.Cinta Natural. cinta ini bersifat subjektif, kita lebih mementingkan keuntungan diri sendiri. Contohnya, kita dapat mencintai seseorang karna dia telah menolong kita, berbuat baik pada kita. Seperti cintanya seekor kucing pada majikannya karna telah merawatnya.

2.Cinta Supranatural. Cinta ini brsifat objektif, tanpa pamrih. dimana kita akan mencintai seseorang dengan tulus tanpa mengharapkan timbal balik walau masih ada muatan subjektif. Contohnya seperti cintanya seorang ibu pada anaknya, ia rela berkorban apapun dan bgaimanapun caranya demi kebaikan anaknya walaupun tanpa ada balasan (rasa cinta) dari anaknya tersebut. Pada tingkat inilah kita akan mulai memahami pepatah yang menyabutkan “CINTA TAK HARUS MEMILIKI”

3.Cinta Ilahi. Inilah kesempurnaan dari rasa cinta. Kita tidak hanya akan mendahulukan kepentingan objek yand kita cintai,. Lebih dari itu, ketika kita telah mencapai tingkatan ini kita tidak akan lagi melihat diri kita sebagai sesuatu yang kita miliki, penyerahan secara penuh, sirnanya kepentingan pribadi. Kita merasa bahwa apapun yang kita miliki adalah milik objek yang kita cintai.

Menurut KANG ZAIN

1. Cinta berbasis Shodr (lapisan hati luar)

2. Cinta berbasis Qolbu (lapisan hati tengah)

3. Cinta berbasis Fuad (lapisan hati dalam)

Mari kita simak,

1. Cinta berbasis Shodr (lapisan hati luar)

Ciri-cirinya adalah perasaan mudah gelisah, kecenderungan yang ada adalah untuk memiliki bukan untuk memberi. Sifatnya jasadi atau fisik. Dan kental sekali berbau dunia. Ingin punya ini dan ingin punya itu … tapi sering lupa mensyukuri apa yang sudah dimiliki.

2. Cinta berbasis Qolbu (lapisan hati tengah)

Ciri-cirinya adalah perasaan kadang gelisah tapi kadang tenang bahagia. Kadang menikmati tapi kadang menyesali. Kadang inget Tuhan tapi kadang inget kekasih hati ciptaan Tuhan. Perasaannya bolak-balik seperti Qolbu. Jika ia memiliki hati yang bersih maka walaupun ia mencintai makhluk Tuhan, ia tetap paham prosedur syariat yang harus dilewati. Sehingga ia bisa memiliki sesuatu dengan cara yang dirahmati Tuhan.

3. Cinta berbasis Fuad (lapisan hati dalam)

Inilah cinta yang sejati, sangat dalam dan penuh sensasi yang melupakan (dunia). Ia begitu dalam sehingga tidak mudah lepas, bahkan tidak bisa lepas. Hatinya bergantung penuh kepada Tuhan. Ia nyaris lupa akan dunia. Dan itulah yang jadi masalahnya. Ia terkadang lupa akan bajunya yang mungkin saja kurang pantas dilihat. Ia tidak lagi memikirkan penilaian orang terhadapnya. Itu sebabnya ia pun sering beristghfar karena khawatir tidak mampu mencintai Makhluk Tuhan, sehingga ada yang terzalimi karena begitu kuat cintanya kepada Tuhan. Hatinya tenang karena dekat kepada Tuhan, dan hatinya pun gelisah karena ingat dosa-dosanya yang tak mampu dilihatnya. Mungkin saja ia sampai bingung apalagi yang mau di-istighfari, padahal ia sangat menyukai istighfar dan taubat, tapi ia begitu anti berbuat maksiat.

Triangular Theory of Love













Di dalam teori ini, cinta digambarkan memiliki tiga elemen/komponen yang berbeda, yaitu : keintiman (intimacy), gairah/nafsu (passion), dan kesepakatan/komitmen (commitment). Teori ini dikemukakan oleh Robert Sternberg – seorang ahli psikologi. Berbagai gradasi maupun jenis cinta timbul karena perbedaan kombinasi di antara ketiga elemen tersebut. Suatu hubungan interpersonal yang didasarkan hanya pada satu elemen ternyata lebih rapuh daripada bila didasarkan pada dua atau tiga elemen.

Berdasarkan “Triangular Theory of Love” disebutkan beberapa bentuk-bentuk (wajah) cinta, yaitu :

1.       Menyukai (liking) atau pertemanan karib (friendship), yang cuma memiliki elemen intimacy. Dalam jenis ini, seseorang merasakan keterikatan, kehangatan, dan kedekatan dengan orang lain tanpa adanya perasaan gairah/nafsu yang menggebu atau komitmen jangka panjang.

2.       Tergila-gila (infatuation) atau pengidolaan (limerence), hanya memiliki elemen passion. Jenis ini disebut juga Infatuated Love, seringkali orang menggambarkannya sebagai “cinta pada pandangan pertama”. Tanpa adanya elemen intimacy dan commitment, cinta jenis ini mudah berlalu.

3.       Cinta hampa (empty love), dengan elemen tunggal commitment di dalamnya. Seringkali cinta yang kuat bisa berubah menjadi empty love, yang tertinggal hanyalah commitment tanpa adanya intimacy dan passion. Cinta jenis ini banyak dijumpai pada kultur masyarakat yang terbiasa dengan perjodohan atau pernikahan yang telah diatur (Era Siti Nurbaya dan Datuk Maringgih?)

4.       Cinta romantis (romantic love). Cinta jenis ini memiliki ikatan emosi dan fisik yang kuat (intimacy) melalui dorongan passion.

5.       Cinta persahabatan sejati (companionate love). Didapatkan pada hubungan yang telah kehilangan passion tetapi masih memiliki perhatian dan intimacy yang dalam serta commitment. Bentuk cinta seperti ini biasanya terjadi antar sahabat yang berlawanan jenis.

6.       Cinta semu (fatuous love), bercirikan adanya masa pacaran dan pernikahan yang sangat bergelora dan meledak-ledak (digambarkan “seperti angin puyuh”), commitment terjadi terutama karena dilandasi oleh passion, tanpa adanya pengaruh intimacy sebagai penyeimbang.

7.       Cinta sempurna (consummate love), adalah bentuk yang paling lengkap dari cinta. Bentuk cinta ini merupakan jenis hubungan yang paling ideal, banyak orang berjuang untuk mendapatkan, tetapi hanya sedikit yang bisa memperolehnya. Sternberg mengingatkan bahwa memelihara dan mempertahankan cinta jenis ini jauh lebih sulit daripada ketika meraihnya. Sternberg menekankan pentingnya menerjemahkan elemen-elemen cinta ke dalam tindakan (action). “Tanpa ekspresi, bahkan cinta yang paling besar pun bisa mati” kata Sternberg.

8.       Non Love, adalah suatu hubungan yang tidak terdapat satupun dari ketiga unsur tersebut. hanya ada interaksi namun tidak ada gairah, komitmen, ataupun rasa suka.

Study Kasus :

Pernah tidak sih mendengar cerita dari sahabatmu atau temanmu yang bercerita tentang pacarnya ?

Tentang indahnya punya pacar ? tentang bahagia yang di dapatkannya dari sang kekasih hati ? pasti sering kan ? banyak sekali cerita tentang cinta dari yang bahagia hingga yang menyedihkan dan tragis. Tapi itu semua hanya cinta kepada sesama umat manusia.

Pernah tidak mendengar dan melihat temanmu yang bercerita sambil menangis ketika meninggalkan ibadahnya ? pernah tidak mendengar penyesalan telah meninggalkan kegiatan agamanya ? tentu jarang ! atau mungkin tidak sama sekali.

Inilah bedanya, kadang manusia suka lupa bahwa ia harus lebih mencintai sang penciptanya daripada umat manusia yang juga di ciptakan sang pencipta.

Opini :

Menurut saya apapun jenis cinta, apapun tingkatan cinta itu hanyalah masalah hati. Hati yang menentukan semuanya akan seperti apa, dan akan bagaimana.

Sebagai umat manusia kita harus bersyukur karena masih ada cinta di dunia ini yang bisa mempererat tali persaudaraan, memperbanyak tali silaturahmi dan dapat mecegah tindakan anarkisme terjadi.Memang cinta pada manusia itu buta tapi cinta tidak tuli, masih bisa di dengar kata-kata pujian untuk yang di Cinta. Masih bisa di rasakan perbuatan n perlakuan istimewa untuk yang di cinta.

Daftar Pusaka
Buku MKDU Ilmu Budaya Dasar, Universitas Gunadarma.

Tugas Pilihan ganda IBD 

I. PILIHLAH SALAH SATU JAWABAN YANG BENAR DARI SOAL BERIKUT INI

1.  Mata kuliah pengantar ilmu sosial bersifat :
ü  a. memberi arahan penekanan materi seluruh ilmu-ilmu sosial
     b. memberi arahan penekanan secara global dan tidak mendalam
     c. memberi arahan penekanan pada subyek oriented menuju specialisasi
     d. memberi penekanan mataeri ilmu sosial secara terperinci

2.  Ilmu sosial dasar adalah :
     a. ilmu yang membahan mengenai masalaha sosial dalam kehidupan masyarakat
     b. ilmu yang memiliki wawasan komprehensif dan pendekatan integral
     c. tujuan pendidikan dan pengajaran di perguruan tinggi
ü  d. pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial yang menggunakan pengertian-pengertian (fakta, teori, konsep) berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahian

3. Latar belakang diberikannya ISD pada prinsipnya adalah menghindari :
     a. anggapan bahwa sistem pendidikan kita hanya mementingkan sosial science
     b. kritik terhadap sistem pendidikan kita oleh sejumlah cendikiawan
ü  c. anggapan bahwa sistem pendidikan kita tidak berbau kolonial
     d. a, b dan c benar

4.  Tenaga ahli yang dihasilkan oleh perguruan tinggi diharapkan memiliki tiga ketrampilan yang tidak termasuk kedalam kemampuan ini adalah ;
    a. personal                                      
    b. akademis
ü  c. likwiditas                                   
    d. profesional

5.Profesional adalah kemampuan dalam bidang profesi tenaga ahli yang bersangkutan,   maksudnya adalah :
     a. para tenaga ahli diharapkan mempunyai pandangan yang luas
     b. peka terhadap masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia
ü  c. para tenaga ahli diharapkan memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang tinggi dalam bidang profesi
     d. a, b dan c benar


6. ISD termasuk program pendidikan umu ( MKDU ) , tujuan dari MKDU adalah untuk
ü  a. memperluas cakrawala perhatian dan pengetahuan para mahasiswa sehingga  tidak
                   terbatas pada bidang pengetahuan keahlian golongan asal masing-masing
     b. memberi pemahaman kepada mahasiswa sebagai layaknya mata kuliah lain yang
        diberikan
     c. mengantarkan mahasiswa agar menjauhi masalah-masalah sosial
     d. a, b dan c benar

7   Salah satu definisi ISD adalah ilmu-ilmu sosial yang dipergunakan dalam pendekatan, sekaligus sebagai sarana jalan keluar untuk mencari pemecahan masalah-masalah sosial yang berkembang dalam kehidupan masyarakat. Dari pernyataan itu maka ISD itu bersifat :
    a. subject-oriented                                                 
    b. object-oriented
ü  c. problem-oriented                                                           
    d. humanties

8. Ilmu pengetahuan sosial ( IPS ) merupakan :
     a. ilmu yang mempelajari manusia dan interaksinya
ü  b. bidang studi yagn merupakan paduan dari sejumlah mata pelajaran sosial
     c. suatu program pelajaran baru yang dikembangkan di perguruan tinggi
     d. a, b dan c benar


9.      Filsafat merupakan sumber ilmu pengeatahuan alam maupun sosial. Hakekat dari ilmu filsafat adalah mempersoalkan
a. asal-usul ilmu pengetahuan
ü  b. hadup dan kehidupan manusia didunia
c. rasa ingin tahu manusia mengenai dunia
d. pencabangan ilmu pengetahuan
e.penelaahan alam sekitar dan perkembangannya

10.  Menghadapi era globalisasi, lulusan perguruan tinggi dituntut kualitasnya secara memadai. Kualitas tersebut harus terlihat dengan diperolehnya pengetahuan, sikap, tingkah laku dan tindakan sebagai cerminan kepribadian Indoensia. Perolehan-perolehan ini adalah merupakan sebgaian dari kemampuan
ü a. personal
b.  profesonal
c.  akademik
d.  manajerial
e. vokasional

11.  Lulusan perguruan tinggi perlu memiliki wawasan yang tidak terbatas pada bidang keahliannya. ISD adalah bagian dari program mata kuliah dasar umum untuk membawa mahasiswa agar
a. memiliki keahlian beragam menghadapi persaingan dunia kerja
b. menyadari posisinya sebagai calon pemimpin masa depan
ü  c. peka,terbuka, dan ada rasa tanggungjawab terhadap masalah sekitar
d. selalu mengikuti perkembangan masalah – masalah masyarakat
e. memiliki kemampuan tinggi dalam profesinya

12.  ISD dan pengetahuan sosial dibedakan keduanya dalam hal orientasi atas pendekatan yang dilakukan. Beda keduanya adalah :
a. isd berorientasi materi, pengetahuna sosial berorientasi multidisiplin
b. isd berorientasi materi, pengetahuan sosial berorientasi inter disiplin
c. isd berorientasi inter disiplin, pengetahuan sosial berorientasi praktis
ü  d. isd berorientasi inter disiplim, pengetahuan sosial  berorientasi materi
e. isd berorientasi praktis, pengetahuan sosial berorientasi materi



LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM




Mata Praktikum : AP2A  

Kelas          : 1IA03

Praktikum ke-  : 3

Tanggal        : 29 Maret 2012

Materi         : Menu, SubMenu, dan Timer
                pada Delphi

NPM            : 50411435

Nama           : Ahmad Lutfianto

Ketua Asisten  :

Paraf Asisten  :

Nama Asisten   :

Jumlah Lembar  : 8 Lembar






LABORATORIUM INFORMATIKA
UNIVERSITAS GUNADARMA
2012


LISTING PROGRAM

==============================================================
procedure TForm1.Timer1Timer(Sender: TObject);
begin
if label1.left=50 then label1.left:=50;
label1.left:=label1.left-50;
end
.
--------------------------------------------------------------
procedure TForm1.Timer1Timer(Sender: TObject);
begin
Form2.show;
end.

--------------------------------------------------------------
procedure TForm1.Timer1Timer(Sender: TObject);
begin
Application.terminate;
end.

--------------------------------------------------------------
procedure TForm2.Timer1Timer(Sender: TObject);
begin
label1.caption:=formatdatetime('"time:"hh:mm:ss',now)+chr(13)+formatdatetime('"date: "dd/mm/yyyy',now);
end;

==============================================================


LOGIKA PROGRAM
Pada pemrograman kali ini akan membahas mengenai Menu, Submenu, dan Timer pada Delphi, pada program kali ini saya akan membuat program tulisan berjalan/bergerak menggunakan Timer, dan menampilkan tanggal dan waktu. Pertama buat Form baru yaitu Form1 kemudian buat MainMenu pada toolbar dan buat menu Timer yang terdapat didalam system pada toolbar, dan buat Lael dengan mengetikkan atau mengubah nama label menjadi “LAB TI AP2A” dan didalam MainMenu kita tambahkan data yaitu Menu, Exit, dan Form2, khusus Form2 kita menambahkan data didalam menu. Jika sudah membuat Form1 kita pilih new-Form untuk membuat Form2, jika sudah didalam Form 2 tambahkan Timer dan Label kembali, pada label hapus nama pada label tersebut menjadi kosong. Berikut adalah tampilan pada Form1 :



Dan berikut adalah Tampilan project pada Form2 :

Kemudian ketikkan coding berikut untuk membuat tulisan Label menjadi berjalan, Tuliskan coding program tersebut didalam Timer, Codingnya adalah sebagai berikut :
procedure TForm1.Timer1Timer(Sender: TObject);
begin
if label1.left=50 then label1.left:=50;
label1.left:=label1.left-50;
end

   

Kemudian didalam MainMenu yang sudah diketikkan Menu(Form2) dan Exit, kita ketikkan Coding program didalam MainMenu Menu(Form2) untuk dapat beralih ke Form2, Berikut adalah coding programnya  :
procedure TForm1.Timer1Timer(Sender: TObject);
begin
Form2.show;
end.



Selanjutnya ketikkan coding program didalam MainMenu (Exit) untuk keluar dari program yang dijalankan, berikut coding program didalam MainMenu (Exit) :
procedure TForm1.Timer1Timer(Sender: TObject);
begin
Application.terminate;
end.









Dan yang terakhir adalah menambahkan program untuk memunculkan jam, tanggal, bulan, tahun. Leih tepatnya sekarang kita mengerjakan program ini pada Form2 yang sudah kita uat Timer dan Label, untuk membuat program untuk memunculkan tanggal, jam, bulan, dan tahun tersebut, maka masukkan coding program pada Timer, Berikut coding programnya :
procedure TForm2.Timer1Timer(Sender: TObject);
begin
label1.caption:=formatdatetime('"time:"hh:mm:ss',now)+chr(13)+formatdatetime('"date: "dd/mm/yyyy',now);
end;



OUTPUT PROGRAM


1.      Tampilan awal yang sudah dibentuk formulasi pada program pertama, program bergerak ke kiri.







2. Pilih pada Form1 pada MainMenu pilih Menu dan Form2,
    Untuk berpindah ke Form2.













3.Tampilan setelah memilih Menu-Form2, makan akan muncul
    Date&Time pada Form2.









4.Pilih menu Evit pada MainMenu-Exit untuk mengeluarkan
   atau menghentikan program yang berjalan.







5. Setelah meilih Exit makan program akan berhenti dan tampilan
    Normal seprti sedia kala sebelum di Run.


End.







PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA
PEMBANGUNAN NASIONAL

A.      Pengertian Paradigma
Istilah paradigma pada awalnya berkembang  dalam  filsafat  ilmu  pengetahuan.
        secara terminologis tokoh yang mengembangkan  istilah  terseut  dalam  dunia  ilmu
        pengetahuan adalah Thomas S. Khun dalam bukunya yang berjudul “The Structure
        Of Scientific Revolution”, paradigma adalah suatu asumsi-asumsi  dasar dan   teoritis
        yang umum   (merupakan suatu sumber nilai)  sehingga  merupakan  suatu  sumber
        hukum,  metode   serta   penerapan   dalam   ilmu   pengetahuan   sehingga   sangat
        menentukan     sifat,    ciri      serta      karakter      ilmu      pengetahuan      itu     sendiri.

                Dalam ilmu-ilmu sosial  manakala  suatu teori yang  didasarkan  pada suatu hasil
        penelitian ilmiah yang mendasarkan pada metode kuantitatif yang mengkaji manusia
        dan   masyarakat  berdasarkan  pada   sifat-sifat  yang   parsial,  terukur,  korelatif  dan
        positivistik,  maka  hasil  dari  ilmu  pengetahuan tersebut secara epistemologis hanya
        mengkaji    satu    aspek    saja    dari    obyek    ilmu    pengetahuan    yaitu     manusia.

        Dalam   masalah   yang   populer    istilah    paradigma    berkembang    menjadi    terminologi
        yang   mengandung   konotasi   pengertian  sumber   nilai,   kerangka   pikir,    orientasi   dasar
        sumber  atas  serta  tujuan  dari  suatu  perkembangan,  perubahan  serta  proses  dari  suatu
        bidang tertentu termasuk dalam bidang pembangunan, reformasi maupun dalam pendidikan.


B.      Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan

Tujuan  negara  yang  tertuang dalam pembukaan UUD 1945  adalah sebagai
        berikut  “Melindungi  segenap bangsa dan seluruh tumpah  darah Indonesia” hal ini
        merupakan    tujuan    negara   hukum    formal,    adapun   rumusan    “Memajukan
        kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan  bangsa” hal ini merupakan tujuan
        negara  hukum  material,  yang  secara   keseluruhan sebagai  tujuan  khusus  atau
        nasional.  Adapun  tujuan  umum  atau   Internasional  adalah  “ikut   melaksanakan
        ketertiban dunia yang  berdasarkan  kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan
        sosial”.  
                Secara filosofis hakikat kedudukan Pancasila sebagai paradigma pembangunan
         nasional mengandung suatu konsekuensi bahwa dalam segala aspek pembangunan
         nasional kita harus mendasarkan pada hakikat nilai-nilai Pancasila. Karena nilai-nilai
         Pancasila mendasarkan diri pada dasar ontologis manusia sebagai subyek pendukung
         Pancasila sekaligus sebagai subyek pendukung negara. Unsur-unsur hakikat manusia
         “monopluralis” meliputi susunan kodrat manusia, terdiri rohani (jiwa) dan jasmani (raga),
         sifat kodrat manusia terdiri makhluk individu dan makhluk sosial serta kedudukan kodrat
         manusia sebagai makhluk pribadi berdiri sendiri dan makhluk Tuhan YME.

Pancasila sebagai Paradigma Pengembangan IPTEK
                Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) pada hakikatnya merupakan suatu hasil
     kreativitas rohani manusia. Unsur rohani (jiwa) manusia  meliputi  aspek  akal,  rasa,  dan
     kehendak.  Akal  merupakan  potensi   rohaniah  manusia  dalam  hubungannya dengan
     intelektualitas,  rasa  dalam  bidang  estetis,  dan  kehendak  dalam  bidang  moral  (etika).
                Tujuan yang esensial dari   iptek adalah demi kesejahteraan umat manusia, sehingga
     iptek  pada  hakekatnya  tidak  bebas nilai  namun  terikat  oleh  nilai.  Pengembangan  iptek
     sebagai hasil budaya manusia harus didasarkan pada moral ketuhanan dan kemanusiaan
     yang adil dan beradab.

                Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab, memberikan dasar-dasar moralitas bahwa
      manusia dalam mengembangkan iptek harus  bersifat beradab, iptek adalah sebagai hasil
      budaya manusia yang beradab dan bermoral.

                Sila Persatuan Indonesia, mengkomplementasikan universalia dan internasionalisme
      (kemanusiaan)    dalam   sila-sila   yang   lain.   Pengembangan   Iptek   hendaknya   dapat
      mengembangkan  rasa nasionalisme, kebesaran bangsa serta keluhuran bangsa sebagai
      bagian dari umat manusia di dunia.

                Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/
      Perwakilan  mendasari  pengembangan  Iptek  secara  demokratis. Artinya  setiap  ilmuan
      harus  memiliki  kebebasan  untuk  mengembangkan Iptek  juga harus menghormati dan
      menghargai kebebasan orang lain dan  harus memiliki  sikap yang  terbuka  untuk  dikritik,
      dikaji ulang maupun dibandingkan dengan penemuan ilmuan lainnya.

                Sila    Keadilan    Sosial    bagi   Seluruh   Rakyat    Indonesia,    mengkomplementasikan
      pengembangan   Iptek   haruslah   menjaga    keseimbangan  keadilan  dalam  hubungannya
      dengan   dirinya  sendiri,  manusia   dengan  tuhannya,   manusia   dengan   manusia  lainnya,
      manusia dengan masyarakat bangsa dan negara serta manusia dengan alam lingkungannya.
Next PostNewer Posts Previous PostOlder Posts Home